Pengantar Penulis: Selayang Pandang Essay Writing dalam Tes IELTS

Oleh: Endro Dwi Hatmanto, MA

“Menulis esai 250 kata dalam waktu 40 menit. Wow susah sekali!”

Inilah komentar yang sering dilontarkan oleh para peserta tes IELTS dalam mengerjakan soal esai.Namun, sebenarnya soal esai dalam IELTS tidaklah sesulit yang Anda bayangkan.Syaratnya adalah Anda perlu mengetahui rahasia dan strategi untuk melibas soal esai IELTS.

Buku ini memberi Anda rahasia dan strategi jitu untuk menulis esai dalam soal IELTS bagian ‘writing 2’. Dengan mempelajari langkah-langkah sederhana yang dipaparkan buku ini, Anda akan dapat meningkatkan nilai tes IELTS Anda secara signifikan.

Tujuan Test Esai dalam IELTS

Untuk dapat menulis esai dengan sukses, pertama Anda harus mengetahui tujuan dari test tersebut. Secara umum, tujuan dari test esai sudah jelas: mengetes kemampuan Anda dalam menulis esai tingkat universitas dengan bahasa Inggris. Tujuan yang lebih pragmatis adalah hasil test yang bagus akan memberi paspor global bagi Anda untuk sukses mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri seperti Australia dan negara-negara Eropa.

Namun kalau Anda lihat dengan lebih jeli, test esai dalam IELTS tidaklah sama dengan esai yang digunakan untuk kuliah di universitas pada umumnya. Dalam kuliah Anda harus menulis esai panjang yang terdiri dari beberapa halaman. Andapun dapat membaca buku dan literatur lain untuk mendukung gagasan dalam esai Anda. Dengan demikian, Anda memerlukan waktu yang cukup banyak untuk menulis esai dalam kuliah di universitas.

Sebaliknya, untuk menulis esai dalam IELTS, Anda tidak memerlukan banyak waktu. Anda hanya diberi waktu selama 40 menit untuk menyelesaikan esai sepanjang 250 kata.

Dengan model seperti ini, sebenarnya tes esai IELTS memiliki beberapa tujuan:

  1. Untuk mengetes pengetahuan dan pemahaman Anda atas topik yang diberikan.
  2. Untuk mengetes kemampuan Anda dalam menyeleksi ide dan informasi dalam menjawab pertanyaan.
  3. Untuk menguji kemampuan Anda dalam mempresentasikan argumentasi yang logis.
  4. Untuk menguji kemampuan Anda dalam menyusun gagasan secara sistematis.
  5. Untuk menguji kemampuan Anda dalam menggunakan bahasa Inggris Anda dalam menulis, termasuk penggunaan tata bahasa dan kosa kata yang baik.

Secara singkat, tujuan tes esai dalam IELTS di atas dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat).

  1. Menguji pemahaman akan pertanyaan yang diberikan (a)
  2. Menguji pemahaman Anda akan subyek yang dibahas (b)
  3. Menguji kemampuan berpikir Anda (thinking skill) (a dan d)
  4. Menguji ketrampilan bahasa Anda (language skill) (e)

Tujuan di atas sama persis dengan apa yang diinformasikan oleh buku test IELT untuk soal esai. Coba perhatikan:

In task 2 candidates are presented with a point of view or argument or problem.Candidates are assessed on their ability to:

  • Present the solution to a problem
  • Present and justify an opinion
  • Compare and contrast evidence, opinions and implications
  • Evaluate and challenge ideas, evidence or an argument

The topics are of general interest and it makes no difference what subjectscandidates study. The issues raised are interesting, suitable for and easily understood by candidates entering postgraduate or undergraduate studies.

 

Berdasarkan informasi dalam buku IELTS di atas, jelaslah bahwa pengetahuan Anda dalam topik yang diujikan bukanlah hal yang pokok dalam tes IELTS.Yang jelas, IELTS adalah tes yang digunakan untuk menguji kemampuan bahasa Inggris Anda.Fokus yang ditekankan adalah kemampuan Anda dalam berpikir dan memberikan argumentasi tentang masalah-masalah umum secara logis dan meyakinkan.Sebagai calon mahasiswa di luar negeri, Anda diharapkan dapat menganalisa dan mendiskusikan masalah sekaligus memberikan solusi.Andapun dituntut untuk dapat mengevaluasi problem dan mengekspresikan gagasan Anda dengan baik dalam bahasa Inggris.

Untuk dapat memberikan argumentasi secara baik dalam sebuah esai bahasa Inggris, Anda memerlukan dua langkah.Pertama, pahami pertanyaan dengan baik.Kedua, gunakan metode yang tepat untuk mengekspresikan gagasan Anda dengan baik.Selanjutnya, organisasikan ide-ide Anda dengan bahasa yang logis dan sistematis.

Dengan demikian, buku ini akan memberikan tiga rahasia sukses dalam meraih nilai tinggi dalam “IELTS essay writing”. Ketiga rahasia tersebut adalah:

  • Memahami pertanyaan
  • Menggunakan metode yang tepat dalam menyajikan gagasan
  • Menggunakan bahasa Inggris yang tepat

Waktu yang disediakan untuk menulis essai dalam IELTS adalah 40 menit.Panjang tulisan yang harus Anda tulis adalah 250 kata.Untuk dapat menghitung kata yang Anda tulis, tulislah esai Anda dalam komputer.Selanjutnya Anda dapat melihat berapa kata yang sudah Anda tulis. Dengan cara ini, Anda akan dapat memperkirkarakan jumlah total kata ketika mengikuti tes IELTS sebenarnya. Jadi di dalam test IELTS Anda tidak perlu menghitung kata lagi karena akan menghabiskan waktu.

Kriteria Tulisan Esai yang Bagus dalam IELTS

Bagus tidaknya tulisan esai dalam IELTS akan ditentukan oleh faktor-faktor berikut ini:

  • Argumentasi/gagasan: Apakah sudut pandang Anda relevan dan jelas?
  • Bukti: Apakah Anda menulis gagasan dan contoh-contoh yang cukup untuk mendukung ‘thesis statement’ Anda?
  • Komunikatif: Apakah jawaban Anda lancar, mudah untuk dibaca, sistematis dan dalam model argumentasi? Apakah semua gagasan yang sudah Anda tulis jelas?
  • Kalimat dan kosa kata: Apakah kalimat yang Anda gunakan bervariasi? Apakah ‘grammar’ yang Anda gunakan akurat dan benar? Apakah kosa kata yang Anda gunakan pas?

Jika tulisan esai Anda sudah memenuhi kriteria ini, tentu Anda akan mendapatkan nilai yang tinggi dalam tes esai IELTS Anda.

Hati-hati dengan Berbagai Masalah dalam Menulis Esai IELTS

Masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta tes dalam menulis esai adalah sebagai berikut:

  • Masalah 1—Waktu: esai yang Anda tulis tidak selesai karena terlalu asyik mengerjakan soal esai ‘task 1’ (menulis visual: table, grafik, dll). Solusi: targetkan untuk menyelesaikan ‘writing task 1’ selama 20 menit. Menulis esai akan memberi Anda lebih banyak nilai. Untuk itu manfaatkan 40 menit waktu Anda untuk menulis secara maksimal.
  • Masalah 2Tulisan terlalu pendek: Jika Anda menulis lebih sedikit dari jumlah minimum yang diharapkan (250 kata) Anda akan kehilangan nilai. Solusi: Berlatihlah terus-menerus. Sekali Anda mengenali pola-pola dalam esai IELTS, Anda akan mampu untuk menulis esai 250 kata dengan benar.
  • Masalah 3—Tulisan tidak nyambung dengan topik yang ditanyakan. Tulisan jenis ini akan kehilangan nilai, bahkan ketika Anda menulisnya dengan bagus. Solusi: selalu mengaculah pada topik yang ditanyakan. Lakukan rencana menulis dengan melakukan ‘brainstorming’.
  • Masalah 4—Mengulang-ulang gagasan. Mengatakan gagasan yang sama dengan kalimat lain menunjukkan bahwa peserta tes tidak memiliki gagasan yang cukup. Solusi: lakukan ‘planning’. Lakukan juga‘brainstorming’. Pikirkan sebanyak mungkin gagasan dan ide sebelum Anda menulis.
  • Masalah 5—Informasi tidak relevan. Menulis esai yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan dalam soal tidak akan mendapatkan skor. Solusi: selalu mengaculah kembali pada soal ketika Anda menulis. Tanyakan kepada diri Anda: apakah gagasan yang saya tulis sudah relevan dengan topik? Apakah ide-ide yang saya tulis sudah menjawab pertanyaan? Jika tidak relevan, gantilah dengan gagasan-gagasan lain yang lebih cocok.
  • Masalah 6—Tidak sistematis. Banyak peserta yang sudah menulis sampai selesai dengan banyak gagasan namun tidak menulis dengan cara yang sistematis alias amburadul. Gagasan seperti ini sulit dibaca dan diikuti alurnya. Solusi: pastikan satu paragraf hanya memiliki satu ide pokok. Tuliskan gagasan utama dalam setiap paragraf. Kembangkan gagasan utama dengan kalimat-kalimat penjelas.
  • Masalah 7—Tidak terbaca. Tulisan yang tidak dapat dibaca tentu tidak mungkin untuk mendapatkan nilai yang bagus. Solusi: pisahkan setiap paragraf dengan jarak. Hapuslah kata-kata yang salah dengan rapi. Tulislah esai Anda secara jelas dan dapat dibaca.

Skor dalam IELTS

IELTS memiliki 9 skala nilai yang digunakan untuk menilai kemampuan peserta tes, seperti berikuti ini:

  • 9 (expert user): ini adalah kemampuan selevel dengan ‘native speaker’. Orang yang meraih nilai ini dapat menggunakan bahasa Inggris dengan baik pada semua ‘skill’; ‘reading’, ‘writing’, ‘listening’ dan ‘writing’.
  • 8 (very good user): Orang yang meraih nilai 8 memiliki kemampun bahasa Inggris yang sangat bagus walaupun mungkin membuat satu dua kesalahan dalam situasi yang asing.
  • 7 (good user). Orang dengan nilai 7 dapat menggunakan bahasa Inggris dengan baik namun dengan beberapa kesalahan. Orang ini juga dapat mengekspresikan argumentasi tertulis yang bagus dan dapat memahami logika abstrak dalam bacaan.
  • 6 (competent user): Memiliki kemampuan yang cukup dalam bahasa Inggris namun dengan bebarapa kesalahan. Peraih nilai 6 memiliki beberapa kesulitan dengan situasi-situasi yang tidak ia kenal.
  • 5 (modest user): Dapat menggunakan bahasa terbatas pada hal-hal yang dikenalinya namun menemukan kesulitan dengan bahasa yang komplek dan situasi yang asing.
  • 4 (limited user): Hanya dapat menggunakan bahasa pada situasi yang dia kenali. Tidak dapat menggunakan dan memahami bahasa yang komplek. Sering menemui kesulitan dalam memahami dan mengekspresikan bahasa Inggris.
  • 3 (very limited user): memiliki masalah dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Hanya dapat mengekspresikan hal-hal tertentu yang dikenalinya.
  • 2 (intermittent): memiliki banyak kesulitan dalam menggunakan bahasa Inggris. Hanya dapat mengkomunikasikan gagasan dengan kosa kata dan frase yang terbatas.
  • 1 (non user): tidak dapat berkomunikais dalam bahasa Inggris kecuali hanya dengan beberapa kata.
  • 0: Tidak memproduksi satu informasi pun dalam tes IELTS.

Buku ini insya Allah akan membantu Anda untuk mendapatkan skor 8 untuk esai writing dalam tes IELTS Anda. Buku ini tersusun dari 4 bab yang saya beri nama 4 Rahasia Mendapatkan Skor 8. Bab pertama berisi rahasia 1, yakni menganalisa pertanyaan.Dalam bab 2 Anda akan dapat mempelajari rahasia memilih gagasan dan menyajikan ide. Selanjutnya, mungkin tata bahasa menjadi hal yang menyulitkan bagi Anda. Jangan khawatir, dalam bab 3, Anda akan diberitahu rahasia bagaimana menulis dengan struktur bahasa yang tepat. Dalam dalam bab 4, Anda akan dibimbing langkah-demi langkah mengerjakan soal ‘esai IELTS’ dengan runtut dan jelas.

Dengan mempelajari 4 rahasia ini, mendapatkan skor 8 untuk tes ‘esai IELTS’ Anda tidak lagi sekedar menjadi impian, namun insya Allah akan menjadi kenyataan.

Selamat membaca dan mempelajari buku ini.

Penulis