Rahasia 2 Essay Writing IELTS

Memilih Gagasan dan Menyajikan Ide

Oleh: Endro Dwi Hatmanto, MA

 MENEMUKAN GAGASAN

Dalam menulis esai sepanjang 250 kata, Anda tidak dapat terlalu ambisius untuk menulis gagasan yang mendalam.Namun demikian, Andapun tidak boleh menulis gagasan yang dangkal dan berulang-ulang. Lihatlah contoh yang tidak baik berikut:

The computer offers many advantages to modern society. It has assisted everyone in their jobs. It helps to make everything easy. It helps all sectors in our life. Without computer, everything is not easy. People will need long time to work. But with the existence of computer we can do the job easily. So computer has given people many advantages.

Menulis esai seperti contoh di atas bukanlah cara yang baik untuk mendapatkan nilai yang bagus dalam tes IELTS. Tulisan yang diulang-ulang seperti di atas menampakkan bahwa penulis tidak memiliki gagasan untuk ditulis.Penulis juga tidak mampu menyajikan analisis yang bagus terhadap topik yang diujikan.

Lalu bagaimana menulis dengan struktur esai yang baik?

Yang Anda perlukan adalah sebuah kerangka esai. Simaklah contoh berikut:

Introduction

  1. Body of paragraph 1
  2. Body of paragraph 2
  3. Body of paragraph 3
  4. Conclusion

Nah, inilah kerangka sebuah esai.Pertama Anda perlu menuliskan ‘introduction’ atau paragraf pembuka. Pada akhir paragraf pembuka Anda harus menuliskan ‘thesis statament’ .‘Thesis statement’ adalah kalimat yang menyatakan apa yang akan Anda tuliskan dalam ‘body of paragraph’ atau batang tubuh paragraf. Jadi, ‘body of paragraph’ adalah argumentasi-argumentasi dan gagasan yang menerangkan lebih lanjut tentang ‘thesis statement’ Anda. Setelah paragraf-paragraf  dalam ‘body of paragraph’ Anda tulis, Anda kemudian menutup esai Anda dengan ‘conclusion’ atau kesimpulan.

 Contoh esai sederhana berikut ini akan memberi gambaran mengenai esai secara jelas kepada Anda.

People’s Best Friend

 

The dog is generally considered the first domesticated animal. The domesticated dog has lived with human beings as a working partner and household pet in all eras and cultures since the time people lived in caves. Archeologists have found remains of dogs that are 10, 000 years old. In these ancient societies, as well as in our modern one, there are three main relationships that dogs have with people.

 First we have the working dogs. These dogs, such as Siberian huskies and collies, serve people almost like employees. The dogs help pull heavy loads, round up cattle and keep a sharp eye out for strangers. To a sheep farmer, for example, a good sheepdog is his most valuable partner.

 Other dogs are known primarily for their excellence in sports. The sleek and supremely fast greyhound is used in dog races. These races take place on specially prepared tracks where the competitors chase a mechanical rabbit. People gamble on these athletes’ performance. Bird dogs are a type of hunting dog. Setters and ponters, for example, recognize a brid’s scent long before it makes a sound and show their owner where the bird is by standing rock still.

 Third, many people enjoy a dog as a companion. All kinds of dogs can be excellent companions. Both the working dogs and the hunting dogs have great patience and are very good with small children. Most of these dogs will allow children to cling all over them and great baby-sitters because of thei loyality to their owner and their family.

 In conclusion, although there are a great many breeds of dogs, they can be classified into these three main types by their relationships to their owners. Even if you have no interest in sports and no farm to run, you can have a great companion in a dog. Because of the relationships they have with people, dogs are often called ‘man’s best friend.’

 Penjelasan:

Esai di atas membicarakan tentang bentuk-bentuk hubungan antara anjing dengan manusia.Paragraf awal disebut dengan ‘introduction’ yang menjelaskan latar belakang topik yang dibicarakan. Pada bagian akhir ‘introduction’ Anda akan menulis sebuah ‘thesis statement’. ‘Thesis statement’ sebenarnya adalah kalimat yang mengandung hal-hal yang akan Anda paparkan dalam batang tubuh esai (body of paragraph). Dalam esai di atas ‘thesis statement’ kita adalah: In these ancient societies, as well as in our modern one, there are three main relationships that dogs have with people. Tampak jelas dalam ‘thesis statement’ ini bahwa dalam ‘body of paragraph’ Anda akan berbicara mengenai tiga jenis hubungan antara manusia dengan anjing.

Selanjutnya dalam ‘body of paragraph’ Anda menulis bentuk-bentuk hubungan manusia dan anjing.Setiap paragraf Anda buka dengan ‘topic sentence’ atau pikiran utama dalam sebuah paragraph (kalimat yang digarisbawahi).‘Topic sentence’ ini selanjutnya diterangkan dengan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat-kalimat yang menjelaskan ‘topic sentence’akan membentuk sebuah paragraf yang utuh.

Akhirnya, paragraf di atas diakhiri dengan kesimpulan.Kesimpulan adalah bagian terakhir dari sebuah esai yang menyimpulkan kembali ide dan gagasan yang telah Anda paparkan dalam ‘body of paragraph’.

Brainstorming

Setelah membaca soal dalam esai IELTS, peserta tes biasanya menemui kesulitan dalam mengembangkan ide.Jangan khawatir.Setelah membaca dan memahami soal, manfaatkan 2 menit pertama untuk melakukan ‘brainstorming’ atau curah gagasan.Melalui brainstorming Anda menuliskan secara cepat ide-ide yang muncul di kepala Anda berhubungan dengan topik dalam soal esai IELTS.

Contoh:

People today move to new cities or new countries more than ever before. What challenges do they experience? What strategies are there to meet these challenges?

Bagaimana kita harus melakukan ‘brainstorming’ terhadap soal ini?

  •  Pertama: identifikasi kata-kata kunci dalam soal. Kata-kata kunci dalam soal di atas adalah; ‘new cities’, ‘challenges’ dan ‘strategies’. Intinya, Anda diharapkan untuk menulis tantangan dan masalah (challenges) apa saja yang dihadapi oleh orang-orang yang pindah ke kota yang baru. Selanjutnya strategi-strategi (strategies) apa yang harus mereka lakukan untuk menyelesaikan tantangan dan masalah mereka.
  • Kedua: tuliskan ide-ide yang berhubungan dengan kata-kata kunci tersebut. Contoh, dari kata kunci “challenges Anda” dapat menuliskan: ‘new job/study’, ‘accommodation’, ‘finding your way’, ‘loneliness’, ‘new language’, ‘no family and friend’. Selanjutnya Anda memikirkan kata kunci ‘strategies’, yaitu cara-cara apa saja yang digunakan untuk menyelesaikan ‘challenges’. Anda kemudian menuliskan beberapa cara seperti; ‘get advice’, ‘travel guide’, ‘street directory’, ‘join clubs’, ‘sharehouse or homestay’, ‘overseas students association’.

Latihan 3

Lakukan ‘brainstorming’ terhadap soal esai dalam IELTS di bawah ini.

The internet has provided great benefits, but at the same time it has also created new dangers and inequalities. Is it possible to control some of these problems?

Catatan: Untuk menjawab latihan 3, ambilah contoh langkah-langkah ‘brainstorming dalam Rahasia 4 (langkah-langkah taktis mengerjakan soal esay IELTS).

Menggunakan Contoh-Contoh

Dalam menulis esai pada tes IELTS Anda diharuskan untuk menulis kalimat-kalimat pendukung gagasan Anda.Acapkali sebuah topik sangat abstrak sehingga penting bagi Anda untuk menggunakan contoh-contoh untuk memperjelas konsep-konsep yang di bahas.Untuk itu Anda harus menggunakan ide, pengetahuan dan pengalaman Anda untuk memberikan penjelasan dengan contoh-contoh yang relevan.

Lihatlah soal IELTS berikut:

Climate change is now an accepted threat to our planet, but there is not enough political action to control excessive consumerism and pollution. Do you agree?

Sekarang mari kita bahas bersama. Pembaca tidak akan memperoleh kejelasan jika Anda hanya memasukkan kata ‘climate change’ tanpa memberi contoh-contoh. Namun istilah ini akan menjadi jelas ketika Anda memberi contoh seperti; ‘global warming’, ‘rising sea levels’, ‘unpredictable weather patterns’ (‘storm’, ‘drought’, ‘floods’).

Andapun perlu memberikan contoh untuk kata ‘consumerism’ seperti; ‘modern lifestyle’, ‘cars’, ‘houses’, ‘having too many things’ dan sebagainya.

Mengklasifikasikan Gagasan

‘Brainstorming’ dengan mengelompokkan kata kunci saja terkadang tidak cukup. Acapkali peserta tes IELTS kehilangan sistematika menulis jika hanya menuliskan apa yang telah di ‘brainstorming’ sebelumnya. Bagaimana solusi terhadap masalah ini?

Jawabannya adalah dengan mengklasifikasikan gagasan hasil dari ‘brainstorming’ Anda. Contoh, dalam pembahasan ‘brainstorming’ di atas, Anda telah melakukan ‘brainstorming’ terhadap kata kunci dalam soal. Lalu Andapun menuliskan berbagai ‘challenges’ yang dihadapi seseorang ketika pindah kota. Tantangan yang telah Anda tulis adalah; ‘new job’/’study’, ‘accommodation’, ‘finding your way’, ‘loneliness’, ‘new language’, ‘no family’ and ‘friend’.

Kemudian Anda juga menuliskan solusi atas problem di atas seperti;

‘get advice’, ‘travel guide’, ‘street directory’, ‘join clubs’, ‘sharehouse’ or ‘homstay’, ‘overseas students association’.

Nah, agar hasil brainstorming dari kata-kata kunci dalam soal di atas sistematis, Anda perlu melakukan klasifikasi gagasan. Lihatlah tabel berikut ini:

Challenges

Practical Challenges

Social Challenges

New job/studyAccommodation Finding your way No family/friendsNew languageLoneliness

Solutions

Practical Solutions

Social Solutions

Get adviceTravel guideStreet directory Overseas students associationSharehouse or homestayJoin clubs

Anda dapat melihat dengan jelas bahwa bermacam-macam ‘challenges’ yang Anda ‘brainstorming’ diklasifikaskan menjadi dua yakni, ‘practical challenges’ dan ‘social challenges’. Andapun mengelompokkan ‘solutions’ menjadi dua, yakni ‘practical solutions’ dan ‘social solutions’.

Dengan klasifikasi gagasan seperti ini, Anda dapat menulis esai Anda dengan cara sistematis dan urut.

Menggunakan Strategi ‘what if’

Terkadang, peserta tes IELTS merasa kesulitan terhadap sebuah soal karena dia tidak memiliki pengetahuan akan topik yang ditanyakan. Bayangkan, Anda mendapatkan sebuah soal yang asing bagi Anda. Misalnya, Anda harus menulis sebuah esai apakah Anda setuju bahwa pemerintah harus menyediakan dana yang lebih untuk penelitian dalam hal mengetahui penyebab-penyebab leukemia. Masalahnya misalnya, Anda sendiri tidak memiliki pengetahuan tentang penyebab-penyebab leukemia.Yang Anda tahu adalah bahwa leukemia adalah penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian.Lalu bagaimana Anda dapat menulis sebuah esai 250 kata?

Terapkan langkah-langkah ini. Pertama, Anda lihat bahwa soal di atas mengandung dua komponen; 1) problem dari penyakit leukemia, 2) dana untuk penelitian (siapa yang harus mendanainya?) Mungkin sulit bagi Anda untuk menjawab pertanyaan pertama karena mungkin keterbatasan pengetahuan akan persoalan penyakit leukemia. Namun demikian, komponen kedua dapat memberi petunjuk kepada Anda. Bahkan jika Anda tidak tahu soal apapun tentang leukemia, Anda dapat mengembangkan gagasan dengan pertanyaan ‘what if not?’, seperti:

  • What if the government does not fund the research? (Bagaimana jika pemerintah tidak membiaya penelitian tersebut?)
  • Dengan kata lain, pihak mana lagi yang seharusnya membiayai penelitian?
  • Apakah penelitian itu harus diselenggarakan oleh pemerintah atau institusi swasta?
  • Jika penelitian itu diselenggarakan oleh institusi swasta, pihak mana yang dimaksud dengan institusi swasta tersebut? Mengapa pihak swasta tersebut harus membiayai penelitian itu?
  • Jika pihak swasta sudah membiaya penelitian itu, untuk apakah dana dari pemerintah? Apakah dana itu bisa diarahkan pada pendidikan kesehatan bagi masyarakat untuk mencegah penyakit leukemia?

Nah, jika Anda mengikuti alur pemikiran ‘what if’ seperti di atas, Anda tidak perlu menjadi seorang ahli untuk menulis sebuah hal yang asing bagi Anda.

Menyajikan Pendapat yang Berbeda

Jika Anda ditanya apakah setuju dengan pengembangan energi nuklir, biasanya Anda akan menjawab hanya dari satu sisi. Maksudnya, Anda mungkin setuju atau tidak setuju. Jika misalnya Anda tidak setuju, Anda akan menuliskan gagasan-gagasan yang mendukung gagasan Anda tersebut dan Anda tidak menuliskan gagasan yang mungkin berbeda dengan Anda. Cara menulis seperti ini boleh-boleh saja. Namun cara penulisan seperti ini tidaklah seimbang.

Dalam menulis secara ilmiah, Anda dituntut menyajikan gagasan secara seimbang.Misalnya, jika Anda memang tidak setuju terhadap gagasan pengembangan energi nuklir, Andapun perlu untuk menyajikan pendapat yang setuju terhadap energi nuklir berikut argumen-argumennya.

Contoh:

Tulis pendapat yang tidak kemudian debatlah dengan menggunakan gagasan Anda.

The opponents of nuclear energy opine that nuclear power is not clean due to the radioactive waste. There is an element of truth in this opinion. However, compared to fossil fuels, nuclear energy is cleaner in that it does not produce gaseous emissions that harm the environment. It does produce radioactive waste, but because this is a solid it can be handled easily and stored away from population centers.

Dengan melihat sisi ‘lawan’ pendapat Anda, Anda akan mendapatkan dua keuntungan. Pertama, Anda akan lebih seimbang dalam menyajikan gagasan Anda. Kedua, Anda akan dapat lebih banyak gagasan dan kalimatuntuk ditulis.

Saran saya, untuk melihat perbedaan-perbedaan pendapat dalam berbagai isu aktual, cobalah untuk membuka website yang bertemakan ‘debat’ di internet.Pelajari dan pahami bagaimana pendapat yang bertentangan dalam melihat isu-isu tersebut. Usaha ini akan membantu Anda untuk meluaskan pengetahuan Anda. Pengetahuan pro dan kontra mengenai berbagai isu akan membuat Anda lebih fasih dalam menulis gagasan-gagasan dalam menghadapi soal esai IELTS.

MENYELEKSI GAGASAN

Soal esai dalam IELTS disusun sedemikian rupa sehingga akan memberi beberapa tantangan kepada Anda. Soal esai dalam IELTS akan menghadapkan Anda pada masalah. Dengan kata lain Anda harus memberi solusi atas masalah yang diajukan. Anda juga harus melakukan evaluasi terhadap masalah, memilih gagasan-gagasan yang cocok, menentukan level generalisasi yang benar dan menyusun ide-ide secara logis dan sistematis. Mari kita bicarakan strategi-strateginya satu demi satu.

Memberi solusi masalah

Dalam tes esai IELTS, Anda diuji untuk memberikan solusi atas masalah yang ditanyakan.Sesungguhnya, setiap topik memang menawarkan masalah. Karena kalau tidak mengandung masalah, apa gunanya tes esai IELTS. Contoh, Anda akan ditantang untuk memberikan solusi atas persoalan berikut:

People today move to new cities or new countries more than ever before. What challenges do they experience? What solutions or strategies are there to meet these challenges?

Nah, jelas sekali soal diatas mengharapkan Anda untuk memberikan solusi atas tantangan  yang dihadapi oleh orang-orang yang pindah ke negara atau kota lain. Untuk menghadapi soal seperti ini Anda perlu menggunakan ‘brainstorming’ seperti yang telah kita pelajari.

Anda dapat menggunakan bebarapa cara untuk memberi solusi atas masalah. Dalam banyak kasus Anda harus melakukan evaluasi.Artinya, Anda harus mengevaluasi seberapa efektif kemungkinan-kemungkinan pemecahan yang Anda ajukan.Ikuti strategi selanjutnya.

Melakukan Evaluasi

Anda perlu melakukan evaluasi untuk jenis soal apapun; memberi solusi, mempertahankan pendapat, membandingkan ataupun mengkontraskan bukti-bukti.Ya, setiap soal esai dalam IELTS menuntut Anda untuk melakukan evaluasi atas gagasan-gagasan yang dipersoalkan.Ini berarti bahwa Anda perlu mengatakan apakan idea atau sebuah konsep itu bagus atau tidak dan lebih baik atau lebih buruk.

Dalam banyak kasus sebuah pertanyaan yang mengandung suatu definisi memerlukan evaluasi.Dengan kata lain, Anda perlu melakukan evaluasi atas kata-kata kunci dalam soal esai ELTS. Contoh:

To be successful in education, it is more important to be a good student than to have good teachers. Would you support that statement?

Nah, dalam soal di atas ada dua kata kunci yang perlu Anda evaluasi, yakni ‘good student’ dan ‘good teachers’. Anda perlu memberi definisi atau menjelaskan apa kriteria dari ‘good student’ dan ‘good teachers’.

Latihan 4

Lihatlah soal-soal esai dalam IELTS berikut ini dan tentukan kata-kata atau istilah-istilah mana yang perlu Anda evaluasi.

1.   Too much money is spent on sport and not enough on serious culture such as music and art. This is making our society shallow.

  1. 2.   Television does more harm than good, according to many critics. Do you agree with this?
  2. 3.   People in modern cities live under too much stress and something should be done about it. Do you agree?
  3. 4.   It is often claimed that television and films encourage violence. What is your opinion?
  4. 5.   Computers have improved the quality of lives. Do you agree?

 Jawaban:

Kata-kata yang digarisbawahi adalah kata-kata yang perlu didefinisikan dan dievaluasi dalam tulisan esai Anda.

Memilih gagasan yang relevan dan menentukan level generalisasi

Dalam melakukan ‘brainstorming’ sebelum Anda menulis esai IELTS, Anda perlu memilih gagasan-gagasan yang relevan.Selain itu Anda juga perlu menghindari gagasan-gagasan yang mungkin terlalu luas ataupun terlalu sempit. Contoh, Anda mendapati soal esai IELTS berikut ini:

Even though globalization affects the world’s economy in a very positive way, its negative side should not be forgotten. Discuss.

Marilah kita lakukan ‘brainstorming’ atas aspek positif dan negatif dari globalisasi:

 Positif:

Business can across over territorial boundary lines.

Foreign business operation means low cost of labor.

English as the world language

Can work with other countries to develop nuclear energy

Can communicate globally with the internet technology

Negatif:

Developed countries will give pressure to less developed ones.

Pre-marital sex

Big companies will conquer small ones.

The spreading of epidemic diseases

Nuclear war

Jika Anda lihat dalam brainstorming di atas, Ada kata-kata kunci dalam aspek positif globalisasi yang perlu Anda pilih dan Anda buang. Pilihan Anda tentunya ditentukan oleh cakupan gagasan  yang akan Anda tulis. Boleh jadi, dalam aspek positif globalisasi, ‘English as the world language’ Anda buang karena terlalu luas. Dalam aspek negatif Anda mungkin akan membuang ‘pre-marital sex’, karena terlalu sempit dan ‘nucelar war’ karena terlalu meluas atau tidak relevan.

Hati-hati dengan Overgeneralisasi

Generalisasi memang penting.Anda tidak dapat mengambil sebuah kesimpulan tanpa melakukan generalisasi.Dalam bagian ‘introduction’ dan ‘conclusion’ pada soal esai IELTS pun Anda perlu melakuan generalisasi.Namun demikian, hati-hati jika Anda melakukan generalisasi. Jika tidak, Andaakan jatuh dalam overgeneralisasi. Lihat contoh-contoh berikut:

  • Every child watches television.
  • Anyone can be successful if he or she uses internet technology.
  • Internet technology is a perfect tool for everybody.

Lihatlah, kalimat-kalimat di atas terjebak dalam overgeneralisasi. Dengan kita mengatakan ‘every child watches television’ kita membuat sebuah pernyataan  yang berlebihan karena tidak semua anak menonton televisi. Juga dalam kalimat kedua, tidak ada jaminan pasti bahwa setiap orang akan sukses jika menggunakan teknologi internet. Kalimat ketigapun demikian; internet bukanlah teknologi sempurna dengan tanpa kekurangan.

Overgeneralisasi akan menunjukkan bahwa seseorang tidak berpikir mendalam terhadap masalah yang dibahas. Jadi, overgeneralisasi bukanlah cara yang baik dalam membangun argumentasi.

Latihan 5:

 Telitilah kalimat-kalimat berikut ini.Analisalah bagian-bagian kalimat yang mengandung overgeneralisasi.

1)   If everyone learns to speak English then all the people in the world will be able to understand each other and then we can live in peace with each other.

2)   Nuclear energy is the only possible solution to our energy needs in the future.

3)   The destruction of our environment is the most serous issue we face, because without enough clean air in water we cannot live.

4)   Improved public transport is a much better solution to traffic problems than building more roads.

5)   Unless governments strictly control the use of the internet world terrorism will destroy us all.

6)   Industry causes most pollution and therefore needs to be made responsible for preventing it.

7)   Examinations can lead to high levels of stress and even suicide in students.

8)   If the government provides better public transport there will be no more traffic congestion in our cities.

9)   People who claim that nuclear energy is clean are ignoring the dangers of nuclear accidents. Radiation is not ‘clean’.

10)    Nuclear energy is the only possible solution to our energy needs in the future.

 

Jawaban:

Kata-kata yang bergaris bawah adalah kata-kata yang mengandung overgeneralisasi.

MENGORGANISASI GAGASAN

Menyusun Peringkat Gagasan

Setelah Anda menyeleksi gagasan-gagasan dalam ‘brainstorming’, Anda perlu mengatur atau mengorganisasikan gagasan Anda. Kemampuan Anda mengorganisasikan gagasan akan menunjukkan bahwa Anda mengetahui level pentingnya ide-dea Anda. Selain itu, pengorganisasian gagasan Andaakan membuat tulisan Anda lebih sistematis. Untuk menyusun peringkat gagasan, Anda setidaknya dapat menggunakan tiga cara sebagai berikut:

  • Dari yang paling penting menuju yang tidak penting.
  • Dari yang paling umum ke yang paling tidak umum.
  • Dari yang paling awal ke yang paling akhir.

Selanjutnya Anda juga perlu mengetahui pola-pola tentangcara mengorganisasikan gagasan Anda. Pola-pola tersebut adalah; sebab akibat, perbandingan, spekulasi, ‘problem solution’ dan evaluasi (dua terakhir ini sudah kita pelajari sebelumnya).

Menata Gagasan Dengan Pola Sebab Akibat

Salah satu cara yang paling sering digunakan untuk mendiskusikan suatu masalah dalam esai IELTS adalah pola sebab akibat. Contoh:

Parents should control the amount of time that children spend in watching television.

Pernyataan ini mengindikasikan dua hal.Pertama, Anda perlu mendiskusikan bagaimana seandainya anak-anak memanfaatkan banyak waktu untuk menonton televisi. Kedua, apa akibatnya jika orang tua mengontrol anak-anaknya dalam menonton televisi.

Acapkali, soal dalam esai ELTS secara eksplisit mengandung kata-kata yang mengacu pada sebab-akibat. Contoh:

Today we depend on most of our energy needs on oil. Since fossil fuel can cause pollution and will run out, nuclear power will be the only clean and practical sources of energy on earth. To what extent do you agree with this opinion?

Dari soal di atas, kita dapat menemukan dua sebab dan dua akibat; 1) menggunakan minyak bumi dapat menyebabkan polusi, 2) minyak bumi akan habis dengan segera. Sampai disini Anda sudah memiliki dua hal untui ditulis yakni, polusi dan isu kekurangan energi.

Selanjutnya, Anda harus memikirkan konsekwensi dari penggunakan energi nuklir. Dari soal di atas secara implisit Anda menemukan bahwa hal positif dari energi nuklir ada dua; 1) energi nuklir akan habis dengan segera, 2) energi nulklir tidak menyebabkan polusi. Jika Anda masih kurang memiliki bahan untuk menulis, pikirkan “apa efek negatif dari energi nuklir”. Jika Anda mengetahui jawaban ini, Anda akan banyak memiliki bahan untuk ditulis. Jika Anda menulis beberapa efek negatif dari penggunaan energi nuklir, ini tidak berarti bahwa Anda harus menentang soal di atas (disagree). Ingat di dalam bab ‘sajikan pendapat yang berbeda’ Anda telah belajar untuk mengemukakan pendapat yang berbeda. Jika Anda setuju dengan soal di atas, yang Anda lakukan adalah menulis efek-efek positif dari energi nuklir dan menulis efek negatifnya disertai dengan solusi untuk mengatasi efek negatif tersebut.

Latihan 6

Tulislah dalam bahasa Inggris efek-efek negatif dari penggunaan energi nuklir.

Menata Gagasan dengan Pola Perbandingan

Soal esai IELTS menuntut Anda untuk dapat membandingkan dan mengkontraskan gagasan demi gagasan. Dan sebetulnya, ketika Anda mengevaluasi sebuah masalah Anda tidak akan dapat meninggalkan langkah-langkah untuk membuat perbandingan.

Contohnya adalah ketika Anda dihadapkan pada pilihan antara energi minyak bumi atau energi nuklir. Langkah pertama, Anda akan menemukan kriteria-kriteria ideal dari sumber energi seperti; aman, jumlahnya banyak, murah dan mudah digunakan. Dengan kriteria-kriteria ini Anda lalu membuat perbandingan segi positif dan segi negatif dari energi nuklir dan energi minyak bumi. Nah, dengan cara membuat perbandingan semacam ini, Anda akan mendapatkan banyak bahan untuk menulis esai Anda.

Menata Gagasan dengan Berpikir Alternatif

Acapkali, soal dalam esai ELTS mengharapkan Anda untuk dapat berpikir alternatif.

Contoh:

Most education systems rely on examiniations to encourage children to study, but as a result children suffer from too much stress and they never learn to be creative. Therefore examination should be abolished. Do you agree?

Anda boleh menentukan posisi Anda terhadap soal di atas; setuju atau tidak setuju, atau bahkan setuju/tidak setuju sebagian.Jika misalya Anda setuju dengan soal ini, Anda tentu harus mengajukan argumen mengapa Anda setuju. Akan lebih bagus lagi jika Anda dapat menemukan alternatif solusi apa yang dapat digunakan untuk mendorong anak agar belajar selain dengan sistem ujian. Selanjutnya, Anda kemukakan mengapa alternatif yang Anda ajukan lebih bagus daripada sistem ujian.