Rahasia Berkomunikasi Secara Efektif

(Diambil dari buku karya Endro, DH, MA: “Pintar Komunikasi Lancar Rejeki”, Transmadani Publishing)

Endro, DH, MA

Seorang komunikator yang baik bertanggung jawab atas lancarnya informasi baik berbicara maupun menulis.

Anonim

Apakah

Anda pernah mengalami masalah hubungan dengan teman sekantor, anak, orang tua, suami, istri ataupun dengan teman Anda? Seringkali kita menyalahkan orang lain ketika kita mempunyai masalah yang kita alami dalam berkomunikasi. Anehnya, banyak orang yang percaya bahwa mereka adalah komunikator yang baik. Kenyataannya, mereka tidak memiliki ketrampilan untuk membangun kesuksesan berkomunikasi. Berita baiknya adalah ketrampilan berkomunikasi adalah bagian dari kecerdasan Anda. Ia merupakan karunia Tuhan yang perlu diasah. ‘Kecerdasan gaul’ Anda adalah aset yang sangat penting untuk membantu kesuksesan Anda dalam keluarga, karier dan berorganisasi. Lalu bagaiamana agar Anda dapat sukses dalam berkomunikasi? Yang diperlukan adalah rahasia ketrampilan praktis berkomunikasi secara efektif yang harus Anda kuasai.

Percaya Diri

Sebuah kata kunci dalam sukses berkomunikasi adalah kepercayaan diri. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kalau Anda kelihatan percaya diri, tampil dan berbicara mantap, orang lainpun akan cenderung menghormati dan percaya kepada Anda. Sebaliknya, kalau Anda tampak kurang meyakinkan, berbicara dengan ragu-ragu, orang yang Anda ajak bicarapun kurang mempercayai Anda.

Efektif dan ‘To the Point’

Percayalah, sukses berkomunikasi tidak hanya ditentukan oleh apa yang Anda bicarakan, namun bagaimana Anda berbicara. Di era internet sekarang ini, orang banyak dibombardir oleh informasi. Istilah keren yang muncul kemudian adalah banyaknya orang yang menderita ‘information overload’ atau banjir informasi. Nah, strategi yang paling tepat dalam berkomunikasi di era banjir informasi adalah berkomunikasi secara singkat, padat, spesifik,  tepat dan langsung pada sasaran.

Berikan Perhatian Penuh

Kesalahan fatal dalam berkomunikasi adalah ‘too much talking’, kebanyakan berbicara. Alih-alih kita memperhatikan secara penuh orang yang kita ajak bicara,  justru kitalah yang menguasai pembicaraan. Akibat yang sering tidak kita sadari adalah kita akan segera kehilangan simpati. Kita akan tampak menjadi orang yang berkepribadian kurang menarik. Inilah strategi yang tepat untuk memberikan perhatian penuh dengan orang yang kita ajak berkomunikasi. Pertama, lebih banyaklah memberikan pertanyaan daripada memberikan komentar. Kedua, pusatkan pada apa yang dikatakan orang tersebut daripada pada apa yang mau Anda katakan selanjutnya. Ketiga, fokuskan pada apa yang dapat Anda pelajari daripada apa yang dapat Anda ajarkan.

Dengarkan!

Tuhan memberikan manusia dua telinga dan satu mulut. Itulah sebabnya kita harus lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kemampuan untuk mendengar menjadi ketrampilan berkomunikasi yang sangat penting. Mengapa? Karena komunikasi yang efektif adalah komunikasi dua arah. Ada pembicara dan ada pendengar. Dengan lebih banyak mendengar Anda juga akan lebih banyak belajar dari orang lain. Orang yang terus berbicara dan tidak pernah mau mendengar tentu akan menjadi orang yang menjengkelkan.

Gunakan Bahasa Tubuh yang Tepat

Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar komunikasi yang dilakukan manusia adalah komunikasi non-verbal dengan menggunakan bahasa tubuh. Dengan demikian, ketepatan penggunaan bahasa tubuh Anda akan menentukan kesuksesan berkomunikasi. Ada lusinan sikap bahasa tubuh dalam komunikasi efektif. Beberapa hal yang pokok berikut dapat membantu Anda berkomunikasi dengan sukses; tegakkan tubuh Anda, tataplah mata orang yang Anda ajak bicara dan jaga suara Anda agar tetap terdengar antusias dan bersemangat.

Walk the Talk!

Dalam bahasa Inggris ada istilah ‘walk the talk’. Kalau Anda berbicara tentang kejujuran kepada karyawan Anda, Anda harus bertindak jujur. Kalau Anda berbicara ketepatan waktu, Andapun tidak boleh telat dalam menghadiri rapat-rapat. Demikianlah, ‘walk the talk’ adalah bukti bahwa Anda tidak cuma dapat berbicara, namun Anda melakukan dan memberikan contoh. Komunikasi akan menjadi gagal ketika Anda melanggar hukum alam ini.

Berikan Pertanyaan yang Tepat

Siapa bilang bertanya itu mudah? Dalam seminar-seminar yang diadakan di Indonesia, sering saya menemukan peserta yang bertanya panjang lebar kepada pembicara. Inti pertanyaannya menjadi kabur. Komunikasinya menjadi tidak efektif. Memang, bertanya secara efektif adalah salah satu kemampuan yang sangat penting dalam kesuksesan komunikasi Anda. Selain itu, memberikan pertanyaan yang tepat dan langsung pada sasaran tidak kalah pentingnya. Nah,mulai sekarang hindari untuk memberikan pertanyaan yang berbelit-belit dan panjang. Sekali lagi, tepat, padat, singkat dan langsung pada sasaran. Itulah kunci menjadi seorang komunikator yang handal.