Tetapkan Tujuan Anda

Hendaknya tiap-tiap orang memperhatikan apa yang dikerjakan hari ini untuk hari esok

Oleh: Endro Dwi Hatmanto

 

Elisabeth Kubler-Ross, M.D., seorang psikolog dan pengarang buku klasik berjudul ‘On death and dying’ pernah mengatakan, “Learn to get in touch with the silence within yourself and know that everything in life has a purpose”. Ya, belajarlah untuk berkomunikasi dengan kesunyian dalam relung jiwa kita, maka kita akan akan menemukan tujuan hidup kita.

Pernyataan Kubler-Ross sangat paralel dengan ajaran religious tentang pentingnya ‘taffakur’ atau proses berpikir. Untuk menyadari tujuan hidupnya, kita dituntut untuk berpikir akan tujuan penciptaan manusia.

Apa Sih Tujuan Kita Sebagai Manusia?

Mengetahui tujuan kita diciptakan sebagai manusia sangatlah penting. Pengetahuan ini akan memberikan Anda darah semangat bagi kehidupan Anda. Pengetahuan akan tujuan hidup dapat memberikan injeksi spirit dalam menjalani gerak kehidupan Anda. Sebaliknya, ketidaktahuan akan tujuan hidup adalah seperti melakukan perjalanan tanpa peta. Jika Anda berjalan tanpa peta, kemungkinan salah jalan makin besar. Atau Anda akan menempuh jalan yang keliru. Atau bisa jadi perjalanan yang Anda lalui akan penuh liku dan debu. Mungkin juga jalan buntu.

Bagi seorang Muslim, visi penciptaan manusia adalah ibadah (Qur’an). Jika demikian, segala hal yang kita lakukan, termasuk bekerja, akan bermakna ibadah. Ibadah menghajatkan kita untuk memikul dua tugas, yaitu sebagai hamba Allah dan sebagai khalifah. Ibadah dalam segala kegiatan perikehidupan kita akan berkualitas jika dipandu oleh visi yang bernas dan tujuan yang jelas. Untuk itu teruslah membaca uraian tentang visi.

Jika Begitu, Milikilah Visi

Jika kita ingin mencari tujuan hidup, kita perlu membangun visi. “The leader’s job is to create a vision”. “Tugas dari para pemimpin, termasuk Anda, adalah menciptakan visi”, kata Robert L. Swiggett (dalam Kouzes and Posner-1995, The leadership challenge, 2nd ed (San Fransisco, Jossey Bass, 1995). Sepuluh tahun yang lalu istilah ‘visi’ belum begitu tenar. Tetapi sekarang, visi yang bernas dan terkomunikasikan kepada orang lain dengan jelas adalah esensi yang tak terpisahkan dari kepemimpinan. “Jika tidak ada visi maka tidak ada bisnis’, ungkap Mark Leslie (Ibid, 1995). Joe Nevin menggambarkan pemimpin sebagai seseorang yang pelukis visi dan perancang perjalanan (ibid, 2005).

Baiklah, para pakar manajemen menjelaskan visi sebagai gambaran dalam mental akan tujuan yang akan dicapai oleh sebuah organisasi. Visi adalah ambisi para pemimpin dalam organisasi (Saphiro, Fad suring in the Moradroom, reading, MA: Addison Wesley, 1995).

Dari definisi visi, mungkin Anda tergelitik, “Apakah visi hanyalah berkenaan dengan organisasi, bagaimana dengan individu? Apakah kita juga memerlukan visi?” Jawabannya adalah, ya 100 % kita perlu memiliki visi. Anda dapat menciptakan visi bagi Anda. Visi ini akan mendeskripsikan ambisi dan prestasi yang akan Anda capai. Visi akan menuntun aksi. Tanpa visi, tiada aksi yang akan tersemangati. Tanpa visi, tiada dorongan aksi dengan spirit yang tinggi.

VISI SEORANG MUSLIM

Tercipta sebagai hamba Allah sekaligus khalifah, by nature, seorang muslim berbeda dengan seorang ateis. Seorang ateis hanya memiliki tujuan jangka pendek. Mungkin tujuan seorang ateis adalah hidup wah, rumah megah dan mobil mewah dan titik. Visi seorang yang tidak percaya Tuhan akan dibatasi oleh spasi ruang dan waktu. Sebaliknya, seorang muslim memiliki visi yang padat dan lengkap. Seorang muslim memiliki visi jangka pendek dan visi jangka panjang. Karena kehidupan seorang muslim meliputi dunia dan akhirat, visi seorang muslimpun akan merangkum tujuan kebahagiaan dunia dan akhirat. Lebih dari itu visi seorang muslim mewujud dalam tujuan yang seimbang meliputi segala aspek dari semua lini kehidupannya.

UNTUK ITU MILIKILAH VISI

Untuk mencapai tujuan yang telah Anda formulasikan dalam visi Anda perlu mengetahui dua hal; pertama, dimana posisi Anda sekarang dan kedua, kemana Anda akan menuju. Inilah hakekat visi. Visi Anda sebenarnya adalah gambaran detil kemana Anda akan melangkah dan kemana tujuan Anda terarah. Sekali lagi visi seorang muslim haruslah berimbang. Saya menyarankan visi Anda paling tidak melingkupi tujuh area; kehidupan spiritual, keuangan, kesehatan, rekreasi, hubungan antar manusia, misi pengembangan diri dan kontribusi Anda kepada masyarakat luas.

UNTUK MERAIH VISI, GUNAKAN GPS ANDA

Anda tahu GPS? GPS singkatan dari Global Positioning System. GPS adalah teknologi canggih yang dipasang pada mobil. Dengan GPS, Anda dapat menuliskan tujuan Anda. Tiga satelit akan membaca tujuan yang Anda tuliskan. Dengan informasi dari satelit, komputer akan menunjukkan kemana Anda harus menyetir mobil Anda sampai Anda menemukan tujuan perjalanan Anda.

Nah para pemenang, mencapai sebuah visi sama seperti kerja sebuah teknologi GPS dalam mobil Anda. Persis seperti Anda menuliskan tujuan dalam teknologi GPS, Anda perlu menetapkan tujuan dari tujuh area kehidupan Anda sejara jelas. Jika Anda telah menetapkan tujuan dengan jelas, fokuskan energi Anda untuk mencapai target yang telah Anda tetapkan.

Saya sendiri merasakan kekuatan yang luar biasa pada penetapan sebuah visi. Pada aras visi pengembangan diri, saya memiliki visi untuk menjadi seorang ‘knowledge enterpreneur’. Tepatnya saya menyediakan jasa profesional dengan menjadi seorang penulis, trainer dan pembicara publik. Tujuan ini saya tetapkan dalam ‘GPS’ kesadaran batin saya. Keinginan itu begitu pekat, kuat dan dahsyat. Keinginan ini telah memberi energi yang tinggi untuk meraih mimpi. Kekuatan tujuan saya telah mendorong saya untuk meraih visi ini. Sayapun meluangkan banyak waktu saya untuk membaca banyak literatur pengembangan diri, berkubang dalam lautan buku di perpustakaan, melakukan pengamatan terhadap berbagai fenomena pengambangan sumber daya manusia dan melakukan penelitian. Penetapan visi telah menguatkan fokus saya untuk menemukan jalan dan meneguhkan langkah bagi pencapaian visi. Buku yang ada ditangan Anda ini menjadi salah satu bukti bagaimana saya berfokus untuk meraih visi menjadi seorang ‘knowledge entrepreneur’. Yakinlah, ketika Anda telah menetapkan visi dengan kuat, tekad Anda untuk meraihnya akan bulat dan langkah Anda untuk mencapainya akan sigap.

PARA PEMENANG MEMILIKI VISI YANG BESAR

Nabi Muhammad memiliki visi untuk mendorong seluruh manusia di planet ini tunduk kepada Allah, menjadi muslim sejati. Berkat visi yang dahsyat ini, Nabi Muhammad dan penerusnya berhasil mendirikan sebuah imperium yang tiada tandingannya di jagat. Dipandu oleh nilai-nilai ilahi, masyarakat Islam kala itu berprestasi tinggi. Sandang dan pangan mengalir dengan pasti. Ilmu pengetahuan tumbuh tinggi. Kemakmuran sungguh dapat dinikmati. Masyarakat madani terpatri di setiap hati insani.

Keberhasilan nabi Muhammad dalam mewujudkan masyarakat madani bukan lah sebuah hal yang ‘taken for granted’. Beliau berjuang sangat keras. Dan satu hal pasti, keberhasilan Nabi Muhamamd digerakkan oleh visi yang besar.

Visi yang besar!. Ya inilah resep keberhasilan para pembuat prestasi. Jika visi yang besar telah menjadikan nabi Muhammad meraih sukses visi besar pulalah yang telah menjadikan Bill Gate, John F. Kennedy dan Martin Luther King Jr. memetik buah kesuksesannya. Bill Gate memiliki visi dimana setiap rumah tersedia komputer yang terkoneksikan oleh internet. John F. Kennedy memiliki visi untuk mengirimkan manusia ke bulan. Martin Luther King Jr mempunyai visi untuk membangun sebuah negara yang bebas dari penindasan dan ketidakadilan. Jika Anda ingin menjadi pemenang, Andapun perlu memiliki visi yang besar.

LATIHAN MENGGERAKKAN VISI

Latihan yang disarankan oleh Canfield (2007) berikut ini berguna untuk membantuk Anda menciptakan dan meneguhkan visi. Mulailah dengan duduk dengan tenang ditempat yang tidak ada gangguannya. Beberapa ahli menyarankan Anda untuk menghidupakn musik yang lembut dan syahdu. Selanjutnya, tutup mata Anda dan dalam ruang kesadararan Anda, perintahkan pikiran Anda untuk membayangkan kehidupan ideal seperti Apa yang ingin Anda miliki. Karena Islam mengajarkan keseimbangan, visi yang ingin Anda capai pun harus merangkum seluruh aspek kehidupan Anda:

  1. Pertama, fokuskan pada bidang spiritual dalam kehidupan Anda. Ibadah wajib apa saja yang akan Anda jalani? Ibadah sunah apa yang akan Anda lakukan? Tempat yang seperti apakah yang Anda inginkan setelah kematian menjemput Anda? Kehidupan akhirat seperti apa yang Anda inginkan?
  2. Selanjutnya, kondisi ideal seperti apa yang Anda inginkan dari kesehatan Anda? Apakah Anda ingin bebas dari semua penyakit? Apakah Anda ingin terbebas dari stress? Apakah Anda menginginkan vitalitas fisik yang prima? Apakah Anda ingin aktif dalam berolahraga, makan makanan yang bergizi dan minum air putih yang banyak?
  3. Setelah itu, fokuskan pada kehidupan finansial Anda. Berapakah penghasilan yang Anda inginkan perbulan? Berapakah jumlah tabungan Anda yang Anda inginkan? Berapakah tabungan pension Anda? Selanjutnya, rumah seperti apa yang Anda inginkan? Dimana lokasi rumah itu? Berapa kamarkan yang Anda inginkan dari rumah itu? Apakah rumah tersebut memiliki pemandangan yang bagus? Halaman seperti apa yang Anda inginkan dari rumah itu? Apakah warna cat dari rumah itu? Bagaimana bentuk perkakas dan barang-barang yang ada di rumah itu? Apakah ada lukisan yang tergantung di rumah itu?
  4. Kemudian fokuskan kepada visi hubungan interpersonal Anda dengan keluarga Anda dan orang lain. Hubungan dengan keluarga seperti apa yang Anda inginkan dengan orang lain? Hubungan dengan orang lain seperti apa yang Anda ingin wujudkan? Apakah Anda menginginkan hubungan yang sehat dan harmonis? Apakah Anda menginginkan hubungan yang saling mendukung?
  5. Bagaimana dengan visi pengembangan diri? Apakah Anda bermaksud kembali kuliah? Apakah Anda ingin mengikuti training dan workshop? Apakah Anda mengikuti kelompok diskusi agama, kelompok dzikir atau pengajian?
  6. Selanjutnya adalalah masalah pemanfaatan waktu luang Anda. Bagaimana Anda akan memanfaatkan waktu luang bersama keluarga atau teman? Hobi apa yang akan Anda lakukan? Rekreasi seperti apa yang akan Anda jalankan?
  7. Akhirnya, fokuskan pada kontribusi Anda kepada masyarakat. Kontribusi apa yang akan Anda berikan kepada masyarakat? Yayasan apa yang akan Anda dirikan? Apa yang akan Anda lakukan untuk membantu dan memberdayakan orang lain? Berapa sering Anda akan berpartisipasi dalam kegiatan sosial? Siapa saja yang akan Anda bantu?

Sekali lagi sembari menutup mata, Anda menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri Anda. Setelah proses refleksi dari menanyakan diri selesai, Anda dapat membuka mata Anda. Anda kemudian dapat menulis jawaban-jawaban atas pertanyaan tadi.

Tulisan atas jawaban-jawaban pertanyaan tadi tidaklah untuk disimpan. Namun Anda dapat membaca dan merefleksikan setiap hari. Ini akan menjadi kekuatan bagi Anda untuk memberi tekanan dan fokus pada cita dan visi Anda. Percayalah, tanpa terasa visi yang telah tertulis akan memberi energi kepada Anda. Selanjutnya visi tersebut akan mendorong Anda untuk membuat langkah-langkah kecil yang berarti untuk mencapai tujuan Anda.

 

 

KOMUNIKASIKAN VISI ANDA

Ketika Anda selesai menuliskan jawaban dari visi-visi dalam kehidupan Anda, komunikasikan visi Anda dengan teman Anda atau kolega Anda. Pastikan bahwa teman dan kolega Anda adalah jenis orang yang positif dan suportif. Mungkin Anda takut jika teman Anda akan menganggap bahwa visi Anda terlalu muluk dan terlalu ideal ataupun terlalu materialistis. Jangan khawatir, Anda tidak sendiri. Hampir setiap orang memiliki perasaan takut semacam ini jika mereka diminta memberitahukan visinya kepada orang lain. Namun, sebenarnya hampir setiap orang dalam hati kecilnya menginginkan hal sama dari setiap kehidupan kita; kehidupan sepiritual yang khusuk, keuangan yang memadai, kesehatan yang prima, rumah yang nyaman, hubungan yang sehat dan harmonis dengan keluarga dan teman, karier yang bagus dan pribadi yang kontributif bagi masyarakat.

Yakinlah, ketika Anda mengkomunikaskan visi Anda terhadap orang lain, banyak orang yang akan membantu Anda mewujudkan visi Anda. Mungkin teman Anda akan memperkenalkan kepada orang lain yang akan membantu Anda. Atau mungkin juga ada orang yang akan memberi Anda sumber daya dan fasilitas untuk mencapai visi Anda. Dan yang terpenting, setiap Anda mengkomunikasikan visi Anda, sebenarnya Anda akan semakin menancapkan visi Anda semakin dalam di ruang kesadaran Anda. Dan kepercayaan untuk dapat mencapai visi akan semakin meningkat.