Kekuatan Kebiasaan

Maka dia mengilhamkan kepada jiwa jalan kejahatan dan ketaqwaan. Sungguh beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sungguh rugi orang-orang yang mengotorinya (Qur’an, 91: 8-10)

 Oleh: Endro Dwi Hatmanto, MA

 Ada sebuah cerita dari suku India, penduduk asli Amerika. Suatu hari seorang tua dari suku Cherokee bercerita kepada salah satu cucunya tentang sebuah prinsip kehidupan. Si Cherokee tua yang bijak berkata, “Cucuku, di dalam jiwa setiap manusia ada sebuah peperangan antara dua serigala, serigala jahat dan serigala baik. Serigala jahat bersifat pemarah, suka iri, dengki, tidak pemaaf, malas, dan sombong. Serigala yang baik bersifat rendah hati, sabar, tidak sombong, tidak suka iri dan dengki, dermawan, dan pemaaf”.

“Dua serigala ini selalu berkelahi”, kata Si Cherokee tua itu. Sang cucu berpikir sejenak dan bertanya, “Kakek, serigala yang mana yang akan menang”. Sambil tersenyum  sang Kakek menjawab, “Serigala yang kamu beri makan”.

Demikianlah, ada dua serigala dalam jiwa kita. Serigala baik dan serigala jahat. Jika Anda ‘memberi santapan’  pada jiwa Anda dengan ketidaksabaran, kesombongan, iri dan dengki maka serigala jahat akan menguasai jiwa Anda. Anda sedang menguatkan kebiasaan buruk. Dan akan semakin menguat.

Sebaliknya, ketika Anda memberi santapan kedamaian, kesabaran, kelembutan, kerendahatian dan control diri, maka Anda sedang membangun kebiasaan yang baik dalam kehidupan Anda.

 Pertama Anda membentuk kebiasaan, selanjutnya kebiasaan membentuk Anda

 Kata asli dari ‘habit’ adalah ‘garment’ (pakaian). Sebagaimana pakaian kita memakai kebiasaan kita kita tiap hari. Kepribadian kita sejatinya merupakan gabungan dari sikap, keibasaan dan penampilan. Aristotels, Filsof Yunani, menasehatkan bahwa kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Kesempurnaan, dengan demikian, bukanlah tindakan, tapi kebiasaan.

Sekarang mari kita lihat dalam kehidupan nyata.

Apakah Anda menyadari bahwa 75% dari cara Anda berperilaku dan berpikir dibentuk oleh kebiasaan. Perhatikan yang berikut ini. Anda biasanya bangun pagi pada jam yang sama. Anda mandi dan sarapan juga pada jam yang sama. Anda makan makanan yang sama. Anda naik kendaraan Anda dengan rute yang sama. Anda mendengarkan stasiun radio yang sama dan menonton tivi dengan canel yang sama. Hebat! Tubuh Anda adalah mesin otomotis kebiasaan.

Atau perhatikan deh cara Anda naik mobil. Ketika Anda belajar menyetir mobil pertama kali, rasanya dahsyat dan menantang bukan? Anda harus berpikir tentang bagaimana Anda memindah persneling, menginjak gas pelan-pelan sambil melepaskan persneling dan tiba-tiba harus menginjak rem. Namun setelah Anda mengemudikan mobil Anda bertahun-tahun Anda tidak perlu berpikir memindahkan persneling, menginjak gas dan rem. Benar kan? Inilah kekuatan kebiasaan. Kebiasaan akan mendekam dalam alam bawah sadar pikiran kita. Kegiatan yang tadinya sulit akan menjadi otomatis.

Dan ini hebat. Anda akan menghemat energi berpikir untuk mengerjakan semua hal. Ini karena semua menjadi otomatis. Inilah sebabnya jika Anda mengembangkan kebiasaan-kebiasaan positif, kebiasaan itu akan menjadi perilaku Anda:

Jika Anda biasa bangun pagi, bangun pagi akan menjadi perilaku Anda.

Jika Anda biasa lari pagi, lari pagi akan menjadi gaya hidup Anda.

Jika Anda biasa tepat waktu, ketepatan waktu akan menjadi kebiasaan Anda.

 Kebiasaan Baik dan Kebiasaan Buruk Ada Akibatnya

 Kebiasaan Anda akan membawa akibat-akibat bagi Anda. Orang-orang yang sukses tidak begitu saja mencapai puncak. Puncak prestasi dapat terdaki karena fokusnya aksi, disiplin diri yang tinggi dan banyaknya energi. Kebiasaan yang Anda lakukan mulai hari ini sampai masa mendatang akan membawa akibat-akibat bagi masa depan Anda. Pendeknya, jika Anda menanam kebiasaan baik, Anda akan menuai akibat baik. Jika Anda menanam kebiasaan buruk Andapun akan memetik akibat buruk.

Kebiasaan buruk biasanya enak,mudah dan nikmat namun sengsara akibatnya. Contoh, makan makanan junkfood dan kolesterol tinggi biasanya nikmat. Namun di masa tua, kebiasaan ini berakitat stroke, serangan jantung, darah tinggi dan gula. Contoh lagi, kebiasaan menggunjing sungguh enak dilakukan. Namun kebiasaan ini akan berakibat hilangnya kepercayaan dari orang lain dan menurunkan harga diri penggunjing.

Sebaliknya, kebiasaan yan baik biasanya sulit dan berat dilakukan namun berakibat kenikmatan dan kemudahan. Contoh, datang rapat tepat waktu akan berat bagi banyak orang. Namun ketepatan waktu akan menjadikan seseorang dipercaya dan dapat diandalkan. Kebiasaan jogging di pagi hari sangatlah berat dilakukan oleh kita pada umumya. Namun jogging setiap pagi membawa manfaat karena menjadikan Anda sehat, kuat dan bersemangat.

 Beraksi Membangun Kebiasaan Baik. Siap ?

 Mari beraksi untuk membangun kebiasaan positif. Ada beberapa strategi yang dapat Anda terapkan.

 Strategi 1

Identifikasi dan tetapkan target

 Pertama, identifikasikan kebiasaan buruk dan tidak produktif Anda yang akan menghancurkan masa depan Anda. Jika perlu, mintalah bantuan teman, keluarga dan kolega Anda untuk membantu memberi masukan pada Anda. Berbagai kebiasaan buruk itu selanjutnya Anda tulis. Contoh:

  •  Suka menunda-nunda waktu
  • Selalu menghadiri rapat dengan terlambat
  • Selalu masuk kerja dengan terlambat
  • Mudah melupakan nama orang setelah perkenalan
  • Suka menguasai pembicaraan dan kurang mendengarkan
  • Makan-makanan junk food lebih dari dua kali seminggu
  • Suka menggosip
  • Tidak pernah berolahraga di pagi hari

Strategi 2

Ciptakan sistem

 Setelah Anda mengidentifikasi kebiasan negative, ciptakan sistem yang akan membantu Anda membangun kebiasaan positif. Misalnya, jika kebiasaan yang Anda mau ciptakan adalah bangun pagi sebelum sholat subuh, Anda perlu menggunakan handphone atau jam Anda untuk membangunkan Anda. Jika Anda ingin membangun kebiasaan mengatur waktu dengan baik, Anda perlu membuat daftar kegiatan harian dalam buku khusus Anda.

 Singkirkan Kebiasaan Negatif !

Dalam bukunya ‘ 7 habits of higly effective people’ (Simon and Shuster, NY, 1989) Stephen Covey bertutur: ‘Apa yang membedakan antara orang efektif dengan orang yang tidak efektif, orang yang produktif dengan orang yang tidak produktif? Jawabannya bukan terletak pada apa yang mereka miliki, namun apa yang dia kerjakan. Dan semuanya tergantung pada kebiasaan orang itu”.

Saya sangat setuju dengan pendapat guru kepemimpinan yang berpengaruh ini. Kebiasaan baik akan membuat Anda produktif dan efektif. Sebaliknya, kebiasaan buruk membuat Anda terpuruk. Dan tragisnya, kebiasaan buruk kebanyakan membawa masalah tidak hanya bagi Anda sendiri, namun juga orang lain. Satu contoh saja, kebiasaan datang terlambat dalam undangan rapat akan menghancurkan reputasi Anda. Andapun membuat repot orang-orang yang datang tepat waktu.

Jalan terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah: singkirkan kebiasaan negative Anda! Namun ingat, walau Anda mengutuk kebiasaan buruk, tiada jalan pintas bagi kebiasaan untuk dilibas. Anda perlu kerja keras dan tip-tip yang pas.

 Tip 1

Miliki komitmen

 “Ya saya mengakui saya memang memiliki kebiasaan buruk”. Banyak orang bersikap kesatria dengan mengatakan ini. Mungkin juga Anda. Walaupun begitu, kebiasaan buruk Anda tidak otomasi berhenti dengan pengakuan jujur Anda.

Mungkin suatu hari seorang kolega Anda memberi komentar miring tentang meja Anda yang acak-acakan. Andapun mengakuinya. Lalu Anda membersihkan meja itu karena Anda malu atas komentar rekan Anda. Tindakan ini juga tidak akan dapat menyingkirkan kebiasaan buruk Anda dalam jangka panjang. Dalam hitungan mingguan saja, meja Anda akan acak-acakan kecuali Anda mengubah kebiasaan acak-acakan menjadi kebiasaan rapi. Yang Anda perlukan untuk mengubah kebiasaan itu adalah komitmen. Andalah yang akan menentukan apakah Anda akan mengubah kebiasaan buruk Anda. Nyalakan semangat dengan komitmen yang tinggi. Libas kebiasaan dengan dedikasi yang Anda miliki.  Jika komitmen dan dedikasi hilang, kebiasaan burukpun tidak akan melayang. Ia akan tetap bercokol kokoh dalam akar kehidupan Anda.

 Tip 2

Ubahlah kebiasaan buruk Anda satu-satu

 Bicara terlalu panjang melalui telepon. Tidak pernah mengucapkan terimakasih. Suka menggosip. Tidak tepat waktu. Anda dapat menambah sendiri deretan contoh kebiasaan buruk ini. Entah dari masukan teman, kritikan rekan ataupun keluhan pelanggan, Anda tentu akan mengetahui kebiasaan buruk Anda.

Banyak orang yang ingin agar beberapa kebiasaan buruk tersingkir bersama. Dan ini sulit. Langkah yang paling efektif adalah singkirkan kebiasaan buruk itu satu persatu. Fokuslah dulu pada satu kebiasaan. Setelah Anda berhasil menyingkirkan satu kebiasaan buruk, baru Anda mulai melibas kebiasaan buruk yang lain.

 Tip 3

Analisalah kebiasaan buruk Anda dan cari penyebab munculnya

 Menyingkirkan kebiasaan buruk akan memerlukan banyak energi. Andapun perlu mengekplorasi kenapa kebiasaan buruk itu muncul. Misalnya, Anda memiliki kebiasaan buruk ‘selalu terlambat menghadiri rapat’. Lakukan langkah-langkah untuk meneliti dan mempelajari masalah-masalah yang berkaitan dengan munculnya kebiasaan buruk ini:

  • Identifikasi hal-hal yang berkaitan dengan kebiasaan telat Anda—Tanyakan; “Apakah Anda terlambat dalam semua rapat?, Apakah Anda terlambat hanya dalam rapat yang tidak saya sukai?, Apakah Anda terlambat dalam rapat yang diadakan di siang hari?”.
  • Pelajari beberapa keteledoran—Apakah mungkin Anda terlalu lambat membuat persiapan sehingga datang ke rapat terlambat? Apakah Ada urusan keluarga yang membuat Anda terlambat? Apakah Anda terlalu lama makan siang sehingga Anda terlambat rapat pada siang hari?
  • Refleksikan— Apakah Anda selalu menyalahkan faktor dari luar: “Wah gara-gara macet di jalan saya jadi terlambat”. “Saya sih selalu terlambat gara-gara banyak pekerjaan yang menumpuk yang harus saya selesaikan”.

Proses identifikasi masalah ini akan membantu Anda mencari solusi. Setelah semua hal terpetakan, berikan solusi terhadap masalah yang telah teridentifikasi. Contohnya, Anda sering terlambat pada rapat yang tidak Anda sukai. Suka dan tidak suka jelas bukan alasan logis untuk datang terlambat. Organisasi Anda akan rapuh. Prestasi akan runtuh. Reputasi Andapun akan jatuh. Atau mungkin Anda selalu menjadikan faktor-faktor eksternal sebagai penyebab keterlambatan Anda. Jika demikian, Anda perlu lebih bersikap proaktif dan mengambil tanggung jawab.

 Tip 4

Gantilah kebiasaan buruk Anda dengan kebiasaan baik

 Hadapi kebiasaan buruk Anda. Niatkan untuk menyingkirkannya. Jadikan energi Anda melejit. Susun kekuatan yang solid. Melejitnya energi dan solidnya kekuatan dapat dicapai jika Anda punya harapan. Dan harapan terbaik adalah dimilikinya kebiasaan baik yang akan menggantikan kebiasaan buruk Anda. Maka, gantilah kebiasaan buruk Anda dengan kebiasaan baik. Lawanlah serigala jahat jiwa Anda dengan menumbuhkan kebiasaan baik:

  • Lawanlan ‘keterlambatan’ dengan ‘tepat waktu’.
  • Lawanlah ‘suka menguasai pembicaraan’ dengan ‘menjadi pendengar yang baik’.
  • Lawanlah ‘bangun siang’ dengan ‘bangun pagi’.
  • Lawanlah ‘malas berolahraga’ dengan ‘rajin berolahraga’.

Jika Anda tetap gigih dan pantang letih, Anda akan mendapatkan ‘reward’, yakni kebiasaan baru yang lebih produktif.

 Bersabarlah. Anda Memang Membutuhkan Waktu

Ada sebuah temuan penelitian yang menarik: Anda memerlukan waktu 21 hari untuk mengubah sebuah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Dalam 21 hari itu, Andapun perlu bekerja keras, terus-menerus, untuk mencapai perubahaan kebiasaan yang dikehendaki. Memang, mengubah kebiasaan adalah pekerjaan berat yang memerlukan semangat dan keringat. Anda harus sabar. Mengubah kebiasaan perlu waktu. Tidak bisa terburu-buru. Apalagi grusa-grusu. Jika Anda cukup bersabar dan terus berjuang untuk mengubah kebiasaan, sukses akan mengikuti perjuangan Anda.

   Jika Anda Menanam, Andapun Menuai

 Charles Reade (1814-1884) seorang penulis novel dan naskah drama dari Inggris pernah mengatakan: “Sow an act, and you reap a habit. Sow a habit and you reap a character. Sow a character, and you reap a destiny (in ‘Notes and Quiries’ (9th series) Vol. 12, 17, October 1903). Dengan kata lain, Reade ingin mengirim pesan kepada kita: “Taburlah perbuatan, dan Anda akan menuai kebisaan. Taburlah kebiasaan dan Anda akan menuai karakter. Taburlah karakter dan Anda akan menuai nasib”.

Reade tepat. Bayangkan, jika Anda membangun lima kebisaan baru saja dalam setahun, Anda akan menuai dan memiliki 20 karakter baru yang lebih positif dan produktif. Karakter produktif adalah salah satu jembatan emas menuju pulau kesuksesan Anda. Selamat berubah.