Asahlah Terus ‘Kapakmu’ !

Oleh: Endro Dwi Hatmanto, MA

Pagi itu sangat cerah. Matahari muncul dari arah timur merekah. Sastro Kapak sibuk menebang sebuah pohon yang besar di hutan dekat rumah. Seorang asing melintas dekat Sastro Kapak, dan bertanya; “Apa yang Anda kerjakan?”.

“Saya sedang menebang pohon ini”, kata Si Sastro cuek sambil terus mengayunkan kapak.

“Anda kelihatan letih sekali”, kata orang asing itu. “Sudah berapa lama Anda menebang pohon itu?”

Si Sastro Kapak pun menurunkan kapaknya. Dia mengehla nafas sebentar dan berkata; “Sudah berjam-jam. Dan saya sangat lelah sekarang. Sebuah pekerjaan yang berat, memang”.

“Kalau boleh saya menasehati, mengapa Anda tidak berhenti sebenar dan mengasah kapak Anda. Itu akan membuat pekerjaan Anda menjadi mudah. Anda akan lebih cepat menumbangkan pohon itu”, kata orang asing itu.

Si Sastro tidak bergeming mendengar nasehat dari orang asing itu. “Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak ini, saya terlalu sibuk menebang pohon ini”, katanya.

Demikianlah kisah Sastro dan kapaknya. Pertanyaannya, apakah Anda seperti si Sastro Kapak? Sibuk bekerja tanpa pernah memiliki waktu untuk mengasah ‘kapak’ Anda. Atau apakah Anda sesekali waktu berhenti untuk mengasah ‘kapak’ Anda.  Jika kapak pengetahuan dan ketrampilan Anda tidak pernah di asah, Anda kemungkinan besar akan kehilangan banyak energi, ide cerdas. Anda tidak akan dapat adaptif dengan perubahan yang terjadi.

Orang-orang Jepang konon dikenal sebagai orang yang selalu mengasah kapak pengetahuan dan ketrampilannya. Mereka melakukan peningkatan diri secara terus menerus. Di Jepang, banyak perusahaan dan organisasi yang menerapkan sebuah prinsip hebat. Prinsip itu bernama Kaizen. Sebuah perusahaan perlu melakukan perbaikan terus-menerus untuk mencapai puncak. Kaizen juga menjadi filosofi para petarung samurai. Kini Kaizen menjadi ‘mantra’ para juara, menjadi energi bagi para pemenang sejati dan menjadi senjata canggih bagi orang-orang yang gigih.

Para pemenang baik didunia bisnis maupun dunia olaraga, pendidikan dan politik adalah orang-orang yang memiliki komitmen tinggi untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus. Para pemenang adalah orang-orang yang selalu mengasah ‘kapaknya’. Orang-orang sukes adalah mereka yang menjadi manusia pembelajar sejati.

Asahlah kapak Anda. Jika Anda ingin menjadi orang-orang sukses, Anda perlu menanyakan hal-hal seperti ini:

  • Bagaimana saya dapat mencapai rencana saya?
  • Metode apa yang perlu saya pergunakan?
  • Apakah ada cara dan strategi yang lebih baik?
  • Bagaimana saya mencapai rencana saya secara lebih efisien dan efektif?
  • Praktek-praktek terbaik apa yang dapat saya gunakan?

 Kembangkan Diri di Era Yang Cepat Penuh Kompetisi

 Dewasa ini, perubahan begitu cepat. Teknologi baru diciptakan setiap detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun. Teknik-teknik manufaktur diperkenalkan. Lusinan kosa kata baru muncul bersamaan dengan munculnya alat-alat modern nan canggih. Pengetahuan manusia tentang kesehatan, lingkungan dan komputer terus menggelinding semakin cepat dan dahsyat.

Di tengah gelombang perubahan yang sangat cepat ini, Anda tidak bisa hanya berdiri mematung dan merenung sehingga semakin terkatung-katung. Untuk adaptif terhadap perubahan, tekan pelatuk semangat Anda unuk terus melakukan pembelajaran dan perbaikan.

Di era yang kompetitif ini, untuk bertahan hidup saja memerlukan pengetahuan yang terus di asah, diubah dan ditambah. Tetapi untuk menjadi sukses, Anda memerlukan dedikasi yang lebih daripada sekedar hidup. Anda membutuhkan langkah-langkah yang lebih tegas, keras dan cerdas untuk masuk dalam arus persaingan yang semakin deras.

 

 

Start Small and Get Big !

 Pada tahun 1973, E.F. Schumacher – seorang ekonom kelahiran Jerman, pernah mengatakan sebuah kalimat yang sangat terkenal: ‘Small is beautiful”. Kecil itu indah. Sebenarnya, Schumacher sedang menunjukkan sebuah konsep ekonomi ketika menuliskan kalimat ini. Namun sebenarnya, kita dapat memakai ujaran ini secara lebih luas. Dalam hal peningkatan diri misalnya, Anda harus memulainya dari yang kecil-kecil.

Kapanpun Anda ingin meningkatkan ketrampilan, mengubah perilaku, memperbaiki komunikasi dalam keluarga, mulailah dengan langkah-langkah kecil. Langkah-langkah kecil dan taktis akan memberi Anda kesempatan untuk meraih sukses yang lebih besar. Mengucapkan ‘terimakasih’ kepada pasangan hidup Anda adalah langkah kecil untuk membangun komunikasi yang lebih besar. Kata-kata pujian kepada staff Anda adalah langkah kecil untuk menanamkan kepercayaan kepada karyawan. Mengikuti kursus bahasa Inggris adalah langkah pasti untuk meraih prestasi. Membaca dua halaman buku perhari adalah langkah kecil untuk meningkatkan pengetahuan Anda. Jalan kaki tiap pagi selama seperempat jam adalah langkah kecil untuk meningkatkan kesehatan dan vitalitas Anda.

Mungkin Anda kadang tergoda untuk membuat hal yang besar dalam waktu singkat. Dan ini sulit. Berita buruknya, membuat hal yang besar akan membuka peluang kegagalan lebih besar. Ini akan menciptakan kepercayaan bahwa proses peningkatan diri adalah hal yang sulit. Jika Anda memulainya dari yang kecil-kecil, kesukesan-kesuksesan kecil akan tercapai. Dengan sendirnya, akumulasi dari keberhasilan kecil akan membuat keberhasilan yang besar.

 Bangkitkan Semua Potensi Secara Seimbang

 Manusia diciptakan Tuhan dengan potensi unik dan lengkap. Manusia diberi perangkat oleh Tuhan berupa kecerdasan fisik, intelektual, spiritual, emosional, musikal, spasial, visual, natural, intrapersonal dan interpersonal.

Secara fisik, kembangkan vitalitas dengan olagraga teratur dan makanlah makanan sehat.

Secara intelektual, teruslah mengasah ‘kapak pikiran’ Anda dengan membaca, berdiskusi, menulis dan bertukar pikiran. Jangan biarkan pikiran nganggur dan ngelantur.

Secara spiritual, berusahalah untuk semakin dekat kepada Tuhan. Tingkatkan kualitas ibadah vertical dan horizontal. Ibadah kepada Sang Pencipta dan sesame.  Berusahalah untuk lebih mentaati larangan dan menjalani perintahNya.

Secara intrapersonal, mulailah untuk berpikir reflektif untuk perenungan yang dalam.

Secara interpersonal, perbaiki hubungan dan komunikasi dengan orang tua, pasangan hidup, anak, tetangga, kolega, atasan dan karyawan.

 Tanyakan How, What dan Where

 Memang, tuntutan untuk selalu meningkatkan kualitas diri semakin tinggi, dimanapun dan dalam bidang apapun. Di tempat kerja, mungkin harapan Anda adalah untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan Anda, memperbaiki pelayanan konsumen dan memperbagus pola penjualan. Secara profesional, mungkin Anda ingin meningkatkan ketrampilan komputer Anda, mempercepat kemampuan mengetik Anda, memiliki kemampuan mendesain web site dan memperbaiki ketrampilan menjual Anda atau negosiasi. Di rumah, mungkin Anda ingin meningkatkan kemampuan Anda menjadi orang tua, memperbaiki ketrampilan mendidik anak, menyehatkan komunikasi keluarga, atau bahkan menguasai ketrampilan memasak. Mungkin Anda juga memiliki tujuan untuk memperbaiki vitalitas dan kesehatan Anda, menurunkan kolesterol Anda dan menyeimbangkan berat badan Anda. Atau mungkin Anda memiliki target untuk lebih khusuk dalam menjalankan sholat dan ibadah lainnya. Apapun tujuan Anda, putuskan dimana Anda dapat meningkatkan semua kemampuan ini dan tetapkan strategi yang tepat untuk mencapai perbaikan.

So pasti, jika misalnya Anda ingin meningkatkan ketrampilan mendesain web site, Anda tentu akan mengambil kursus tambahan di lembaga pendidikan komputer. Jika Anda ingin meningkatkan vitalitas tubuh, Anda tentu akan mengikuti klub fitness. Jika Anda ingin lebih khusuk dalam sholat, Anda tentu akan mengambil kursus sholat khusuk ataupun membeli buku tentang sholat dan terjemahannya.

Akhirnya, untuk membuat Anda fokus dalam mengasah kapak Anda terus menerus, tanyakan ‘what’ (ketrampilan apa yang ingin saya tingkatkan?), how (bagaimana saya dapat meningkatkannya?) dan ‘where’ (dimana saya dapat meningkatkan keterampilan itu?). Sudah siap mengasah kapak Anda, friend?