Manusia sering dicandra sebagai makhluk biologis. Makhluk biologis adalah manusia yang berjalan di atas bumi, bekerja, mencari nafkah, makan dan memenuhi hasrat kehidupannya. Manusia juga sering disebut sebagai makhluk spiritual. Manusia mewujudkan kemakhlukannya sebagai ‘spiritual being’ dengan memberikan kepasrahan dirinya kepada Sang Khalik. Pada saat yang sama, ia harus menjadi manusia yang produktif dalam melayani manusia lain. Untuk bisa menjadi pelayan bagi manusia lain, ia harus menciptakan “Magnum Opus” dalam kehidupannya.

“Magnum opus”adalah sebuah kata bahasa Latin yang bermakna karya besar yang dapat Anda hasilkan dalam kehidupan. Sebagai sebuah karya besar, “Magnum opus” tidak hanya besar dalam skala, namun juga memberi perubahan kepada kehidupan orang lain. Contohnya, KH. Ahmad Dahlan adalah seorang tokoh yang telah membuat sebuah “Magnum opus”. Pemahamannya dalam mengkaji teks kitab suci telah menelurkan karya besar kemanusiaan berupa lembaga pendidikan, rumah sakit dan panti asuhan. “Magnum opus” Kiai Dahlan mencerahkan, menumbuhkan dan memberdayakan manusia-manusia lain dalam kehidupan. Kesalehan individualnya dalam imannya kepada Tuhan memantik kesalehan sosialnya untuk melayani manusia lain. Berbagai “magnum opus” dari Para nabi, politisi, penulis, pebisnis, pendidik, petani, dan manusia-manusia biasa di sekitar kita telah membuat kehidupan menjadi lebih baik.

Saya dan Anda tidak harus sekelas Kiai Dahlan atau tokoh-tokoh besar lain dalam membuat karya yang memberi kontribusi bagi manusia lain. Betapapun kecilnya, sebuah karya akan membuat “magnum opus” bagi kehidupan Anda ketika karya tersebut dapat berguna bagi orang lain.

Spirit “Magnum Opus” adalah wujud manusia spiritual yang dikiaskan oleh kitab suci sebagai sebuah pohon yang baik. Pohon yang baik adalah pohon yang memiliki akar yang kokoh menghunjam ke bumi dan batang yang kuat menjulang ke langit. Sama halnya, manusia spiritual seperti Anda memiliki akar keimanan yang kuat menghunjam serta batang moralitas yang kokoh. Namun pohon yang baik juga harus menghasilkan buah-buahan yang dapat dipetik untuk kemaslahatan orang lain. Buah-buah karya dan produktifitas yang bermanfaat bagi sesama mesti tercipta dari tangan Anda, pikiran Anda dan ikhtiar Anda.

Pikirkan mulai detik ini, “Magnum Opus” apa yang dapat kita hasilkan dan bermanfaat bagi orang lain? Siapapun Anda, Anda dapat membuat “Magnum Opus” dan menghasilkan buah-buah produktifitas yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Selamat menjadi “Makhluk Spiritual”.

Endro DH, Melbourne, 12 November 2012.