Motivasi hari ini:

INSPIRASI PENDIDIKAN DARI NABI IBRAHIM & YA’KUB

Hillary Clinton mengatakan, “It takes a village to educate a child” (Diperlukan orang sekampung untuk mendidik seorang anak). Margaret Mead berkata, “Aku ingin agar anakku baik dan pintar, maka aku tidak memasukkan dia ke sekolah”.

Hillary Clinton melakukan kesalahan paradigmatik dalam prioriatas tanggung jawab mendidik sedangkan Margaret Mead mengemukakan sinisme tanpa solusi terhadap persoalan pendidikan anak.

Kita sejatinya dapat berguru kepada Nabi Ibrahim dan Ya’kub dalam melakukan ikhtiar dalam pendidikan. Pertama, KELUARGA dijadikan oleh kedua tokoh kita ini sebagai FONDASI UTAMA PENDIDIKAN kita. “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya…(QS.Al Baqarah: 132). Bagi kedua tokoh kita ini, menjadikan keluarga sebagai fondasi pendidikan kita adalah spirit iman dan panggilan kitab suci. ORANG TUA adalah PENDIDIK UTAMA bagi penumbuhan karakter generasi muda. Untuk dapat menjadi pendidik utama, Ibrahim & Ya’kub menjadikan diri mereka KETELADAN berupa KELUHURAN KARAKTER dan KEUNGGULAN INTELEKTUAL yang dapat dicontoh oleh anak-anaknya (Baca Quran surat Shaad: 45).

Kedua, Nabi Ibrahim dan Ya’kub, memahami FUNGSI UTAMA KELUARGA SEBAGAI INSITUSI PENDIDIKAN yakni, MEWARISKAN NILAI-NILAI kepada anak-anaknya. Dalam lanjutan surat al Baqarah yang saya kutip di atas, Nabi Ibrahim dan Ya’kub bertanya kepada anak-anaknya: “Maa ta’ buduuna min ba’dii” (Siapa yang akan kalian sembah sesudah kematianku?)

Kedua tokoh ini tidak memfokuskan pewarisan nilai nilai kebendaan, materi, konsumerisme dan kemewahan kepada anak-anaknya. Namun, nilai-nilai Iman, moral dan intelektual dipilih oleh kedua Nabi ini sebagai agenda utama dalam mendidik anak-anaknya.

Semoga inspirasi nabi Ibrahim dan Ya’kub bisa menjadi motivasi dalam mendidik generasi kita.