MILIKILAH CITA-CITA TINGGI !

Sejak kecil orangtua dan guru kita mengajari kita untuk memiliki cita-cita tinggi melalui lagu. “Aku ingin terbang dan menari, jauh tinggi di tempat kau berada”, demikianlah lagu “Bintang kecil” mengajarkan anak-anak agar menggantungkan asa yang tinggi.

Salahkan memiliki cita yang tinggi? Bolehkan mendorong generasi muda kita menggantungkan harapan yang tinggi? Kalau cita, asa dan harapan itu mulia, kenapa tidak?! Orang yang bercita-cita tinggi selalu berusaha untuk menjadi manusia yang paling zuhud, tawadu’, ikhlas, tawakal dan karakter mulia lainnya.

Ibnu Qayyim pernah bertutur bahwa cita dan asa yang tinggi laksana burung yang terbang tinggi di atas semua burung. Seperti burung, cita-cita yang tinggi memungkinkan kita untuk berselancar di atas dahsyatnya tiupan angin hambatan dan tantangan untuk membuat capain-capaian prestasi dalam kehidupan dan pasca kehidupan.

Jangan merasa malu dengan segala cemooh tentang cita yang telah kita tancapkan dan asa yang telah kita tambatkan. “Innallaaha yuhibbu ma’aaliyaal umuur. Wa asyraa fahaa wa yakrahu safsaafahaa”. “Sesungguhnya Allah mencintai segala sesuatu yang tinggi dan mulia, membenci yang rendah dan hina (HR. Thabrani)”, demikian nasehat Nabi Muhammad kepada kita