JADILAH PROAKTIF !

Dibalik turunnya surat Al Ashr adalah sebuah kisah tentang perilaku sekelompok masyarakat pada jaman dahulu. Di waktu sore, mereka saling berbangga diri tentang kekayaan, kemegahan, kejayaan nenek moyang mereka. Iri hatipun muncul. Saling dengki tak bisa dihindari. Perilaku ini memunculkan permusuhan dan disintegrasi sosial. Melihat kondisi ini, mereka kemudian menyalahkan waktu sore (ashr) sebagai biang keladi petaka yang mereka alami (Lihat Tafsir Hamka)

Tanpa sadar, kita acapkali berperilaku seperti masyarakat dibalik turunya surat Al ashr. Ketika petaka menimpa kita mencari kambing hitam. Ketika kesengsaraan menyapa kita menunjuk biang keladi. Ketika kegagalan menerpa kita salahkan cuaca, sikap orang lain, sistem dan semua faktor yang ada di luar diri kita. Ketika prahara tiba, kita hobi menyusun teori konspirasi sebagai penyebabnya.

Jika perilaku ini tumbuh dalam diri, segera refleksikan pesan Al Ashr. Lewat surat ini, Allah ingin berpesan bahwa keberuntungan ataupun prahara tidaklah disebabkan oleh faktor-faktor eksternal, namun diri kitalah penyebabnya. Mengemban sebagai khalifah, kita diberi kapasitas daya cipta dan karsa untuk menentukan pilihan. Allah memberi karunia intelektual untuk menjadikan diri kita makhluk yang proaktif dan berdaya. Kita diberi potensi untuk menjadi arsitek bagi kehidupan kita.

Dan…..potensi serta kekuatan memilih, memutuskan, berkarya, berdaya cipta ini tidak diberikan kepada para malaikat. Bahkan langit, bumi dan gunung-gunungpun menolaknya! (QR. 33: 72-74)

Jika demikian, berhentilah untuk menyalahkan faktor eksternal. Tumbuhkan kehidupan dengan dengan menyukuri potensi yang diberikan Allah. Muliakan kehidupan dengan menggunakan potensi untuk menumbuhkan keberuntungan dan keberkahan.