MEMAKNAI HIDUP BERKAH

Puja dan puji sering kita panjatkan kepada Sang Khalik. Semoga kehidupan berkah senantiasa tercurah. Di dalam salam, kita doakan sesama agar ia mendapati berkah. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh”. “Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan selalu menyertaimu”. Dalam untaian doa, kehidupan yang berkah selalu kita harapan, dambakan dan rindukan.

Kata ‘berkah’ bisa kita takrifkan sebagai ‘nikmat’.  “Berkah adalah melimpahnya kekayaan material dan spiritual, ketenangan, kesehatan, harta dan anak cucu generasi kita”, kata para cendikia.

“Berkah”, kata Imam Ghazali, “adalah bertambahnya kebaikan”.  “Ciri hidup yang berkah”, kata Imam Nawawi, “adalah jika kualitas hidup kita dan kebaikan yang kita kerjakan bertambah”.

Alhasil, kehidupan kita berkah ketika semua aspek kehidupan yang kita miliki dan jalani bertambah menjadi lebih baik: shalat kita, amalan sunnah kita, sedekah kita, kontribusi kita, jamaah kita, ilmu kita, akidah kita, moral dan akhlak kita, kesantunan kita, kesehatan kita dan generasi penerus kita.

“Hari ini harus lebih baik dari  hari kemarin. Hari esok mesti lebih baik dari hari ini”. Inilah konsep hidup yang berkah.

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dan langit dan bumi” (QS. Al-A’raf: 96).

Semoga kehidupan yang kita jalani penuh berkah !