MENUMBUHKAN MENTALITAS BERKELIMPAHAN

Perhatikanlah, bangsa-bangsa yang maju dan makmur biasanya adalah bangsa penyumbang dan gemar memberi kepada bangsa lain. Memberi tak mengurangi kemajuan mereka. Memberi tak menyurutkan kemakmuran mereka. Spirit memberi justru mengakeselarsi kejayaan mereka.

Amatilah, individu-individu terkaya sepanjang masa adalah mereka yang paling banyak memberi. Abdurrahman bin Auf, sahabat Rasulullah, memberikan sebagian besar hartanya untuk kaum papa dan perjuangan umat bersama Nabi. Bill Gate memberikan donasi 17.9 miliar dolar untuk lembaga pendidikan dan kemanusiaan. Warren Buffet memberikan 11 miliar dolar untuk sumbangan bagi kaum yang membutuhkan dan berjanji akan mendermakan 99 persen kekayaannya. Mark Zuckenberg berbagi 319 juta dolar untuk lembaga-lembaga pendidikan dan gerakan kemanusiaan. Memberi tak mengurani kekayaan mereka. Memberi tak menyurutkan kemakmuran mereka. Memberi justru melipatgandakan kesuksesan mereka.

Motivasi untuk memberi bukanlah perkara banyak sedikitnya harta. Etos memberi digerakkan oleh mentalitas berkelimpahan (abundant mentality). Ketika mentalitas berkelimpahan tumbuh, rasa syukur akan teguh, keinginan memberi semakin kukuh, kebahagiaan berbagipun terengkuh. Berhiaskan mentalitas berkelimpahan, ras ikhlas akan berbekas, rasa rakus hangus, tamak dan loba binasa, iri dan dengki mati.

Keengganan tuk memberi adalah pertanda berkecambahnya mentalitas berkekurangan (scarcity mentality). Ketika mentalitas berkekurangan termiliki, rasa syukur teramputasi, jiwa jadi kikir tuk berbagi, berat hati tuk memberi, emas dan perak serasa mau dibawa mati. Ketika jiwa berjelaga mentalitas berkekurangan, rasa ikhlas sirna tanpa bekas, rasa rakus tak putus-putus, tamak dan loba jadi biasa, iri dan dengki jadi hobi.

Lihatlah, Sang Khalik telah memberikan pelajaran bahwa demi terlaksananya kehidupan, semesta juga harus berbagi. Sang surya memberikan cahayanya agar daun-daunan dapat memasak nutfahnya. Si lebah dan kupu-kupu membantu bunga membawa serbuk sarinya. Benda-benda angkasa saling memberikan grativasi untuk menjaga orbitnya.

Seperti semesta yang sudi berbagi, manusia dengan jiwanya yang fitri tentu rela untuk saling berbagi karena rasa kasih tuk berbagi kepada sesama adalah wujud kecintaan kepada Ilahi. Setiap kaum beriman mesti tahu, sedekah yang dikeluarkan dan harta yang didermakan akan dilipatgandakan oleh Illahi (HR. Ahmad). Yang berbagi akan diangkat derajatnya oleh Sang Maha Pembagi. Yang memberi akan ditinggikan kemuliaannya oleh Yang Maha Memberi.

“Tak seorangpun yang menyedekahkan harta yang halal dimana Allah menerimanya dengan baik..” (HR. Muslim).